Selasa, 15 Oktober 2013

INHIBITOR

Aku merindukanmu, merindukan sosokmu yang lama. bukan yang sekarang.

Sekarang kamu berubah, entah apa sebabnya. kemana saja selama ini? akhir-akhir ini aku tak mengenali sosokmu lagi. siapa kamu? kenapa berubah? apa karena ada "inhibitor" itu dalam hidupmu? jangan akui dia, jangan anggap dia ada. aku tahu, itu berat, aku tahu kau yang telah memilih..
iya sayang, ini memang kesalahanmu, seharusnya kau dengarkan kata hati dan semua ocehan sahabat-sahabatmu. jangan paksakan apa yang seharusnya tidak bisa masuk dalam hatimu menerobos memasukinya begitu saja. jika hal itu yang terjadi apa yang kau rasakan? rasa sakit bukan?
Sakit karena sebuah keterpaksaan, lihat sekarang!!! LIHAT!!! perubahan apa yang ada dalam hidupmu?? lihat siapa kamu sekarang?? kamu sudah kelas 12 sayang, bukan waktunya untuk hal-hal semacam itu. fokus pada impianmu. harusnya fokus!! lihat hasil tingkahmu! lihat hasil kelakuanmu! apa?? hanya musibah kan?
Buah perjuanganmu 6 bulan, cuma buat dapetin itu dan sekarang? ilang gitu aja..
Itu duit sayang, duit hasil keringatmu sendiri! duit sampai berdigit 7 yang kamu kumpulin selama itu, lenyap gak berbekas. siapa yang bodoh?? kamu sayang, KAMU!!
Harusnya kamu bisa milih, siapa yang akan kamu masukkan dalam hidup kecilmu ini, bukan orang yang memang gak pernah ada di hatimu, bukan inhibitor yang nyerap semua dari kamu.
Bukan dia sayang, bukan dia..
Kamu terlalu takut untuk mengakui semuanya. akuilah saja, bahwa bukan dia yang kau inginkan, bukan dia sayang.
Kau habiskan waktu bersamanya tanpa rasa apapun itu siksaan bagimu, hanya tekanan yang hasilnya kau sendiri yang rugi.
Bukan hanya tentang perasaan, tapi tentang usahamau selama 6 bulan demi rupiah bergigit 7 itu, usaha keringatmu sendiri sayang. kau yang hilangkan tanpa bekas hanya dalam waktu 1 hari!! bodoh! siapa dia? siapa inhibitor yang berani merusak masa depanmu? tinggalkan saja sayang, tinggalkan dia.
Perlahan tapi pasti, ku mohon. kembalilah seperti dahulu sayang.

1 komentar:

  1. Ikut terharu, terkadang masalah seperti yang kamu hadapi merupakan masalah serius. Tapi, semua itu kembali kepada hati nurani masing-masing. Terkadang, ada yang begitu mudah memaafkan kesalahan orang lain, agar perasaan sakit tak begitu mudah menyiksa. Namun, ada juga yang bersikukuh tetap tidak mau memaafkan orang lain.

    Bersabarlah, luapan emosimu tanpak begitu perih. Aku tahu itu. Kau sangat begitu merasa kehilangan akannya, namun sosoknya tetap milikmu selama kau yakin bahwa dia memang tercipta untukmu. Jangan kejar dia, karena cinta itu ibarat harta. Bila dikejar akan lari, biarkanlah dia dan akhirnya ia bosan terus kembali kepada pangkuanmu.

    Masalah waktu, yang akan membantu menjawab pertanyaanmu. Menjawab semua akan kegelisahanmu. Tetap semangat, dan optimis jalani hari-harimu.

    BalasHapus