Minggu, 01 September 2013

1 September, Entahlah.. mungkin ini yang terakhir :]

Saat kau telah ditinggalkan oleh sesuatu, hanya ada dua pilihan yang bisa kau lakukan. Bertahan walau sakit atau melakukan tindakan yang sama “meninggalkannya”!
Tak ada pilihan selain meninggalkannya, saat semua telah meninggalkannya, hanya tinggal diriku yang belum. Akan kemana hidup, masa depan dan cita-citamu jika kau masih terdiam pada titik yang takkan bisa kembali lagi? Masih terpuruk? Tak ada kata “andai” dalam hidup. Tak ada lorong waktu yang dapat mengantarku kembali ke masa itu.
Sayang, tinggal dirimu yang belum juga berpindah darinya
Banyak cerita yang mestinya kau saksikan, banyak kisah yang mestinya kau ukir kembali. Ini untuk terakhir kalinya sayang J terakhir kalinya kau memosting apa yang seharusnya tak perlu.
Kau diabaikan, kau dilukapan, kau terpuruk ! dia pun tak peduli
Kini hanya kau sendiri yang terpaku menatap langit, masih terus mengandai-andai… saat kau berjanji pada Tuhan “Tuhan berikanku kesempatanMu, hanya untuk kali ini” namun Tuhan hanya membalas keinginanmu dengan semilir angin lembut di lapisan atas troposfer, menerbangkan awan-awan cirus yang mulai terkoyak, mungkin Tuhan mulai bosan dengan semua tingkah lakumu, sayang.
Sudah saatnya engkau berhenti memandangi awan-awan yang ada di atas kepala, sudah saatnya engkau berhenti menikmati hembusan angin yang selalu kau fikirkan “ini angin apa, berasal dari mana.. Oh Australia sedang mengalami tekanan tinggi… atau apalah, yang tak bisa kau ucapkan lagi”. Sudah saatnya kau berhenti memandangi batu-batu yang kau pijak dan memendam pertanyaan dalam hatimu “Batu apa ini, termasuk golongan kristalkah? Mineralkah? Berasal dari mana..” sudah sayang.. sudah.. Alam sudah enggan bersahabat denganmu, alam sudah muak dengan kelakuanmu yang pura-pura peka terhadapnya, kepekaanmu kepadanya takkan membuahkan hasil. Alam takkan menerimamu. Telah ada 100 anak yang mendapat simpati dari alam ini. Engkau? Hanya anak amatiran yang masih terus berharap pada sebuah kesempatan yang telah lalu sayang.
Berhentilah berharap, berhentilah dengannya, Berhentilah mendekati alam-alam yang mungkin telah enggan bersahabat denganmu.
Kini kau punya tujuan lain, masihkan kau berharap tahun depan dapat bertemu dengannya? Bercumbu menghabiskan malam bersama dengannya lagi? Tidak sayang… kau harus berbelok, lari meninggalkan fatamorgana indah itu. Kau takkan pernah bisa bersama dengannya lagi. Ada misi lain yang perlu kau raih. Apa?? Sesuatu yang sudah umum. Sesuatu yang dimata orang begitu wah.. sesuatu yang tak pernah dipandang remeh oleh generasi “tedahulu”, sesuatu yang akan diterima dimasyarakat, sesuatu yang begitu dipuja-puja oleh siapapun!!! Iya, sesuatu yang sebenarnya tak pernah ada di hatimu.

Sayang.. berjanjilah padaku, kau akan meninggalkannya.
Sayang.. berjanjilah kau harus percaya pada sebuah harapan baru, Sayang bersyukurlah saat kau kehilangan, setidaknya Tuhan telah meminjamimu hal itu.
Kamu… aku sayang kamu. Entah bisakah kita bertemu kembali, atau tidak. Tapi di dalam hati ini, kenangan tentangmu takkan kulupakan. Walau tak dapat kugoreskan kenangan yang lebih berarti jauh di dalamnya. Ahh benua Australia itu. Hanya tinggal menunggu waktu~


       Sebuah pemikiran yang sepertinya harus dihentikan dan mulai dilupakan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar