Kamis, 12 September 2013

Hey sayang, kamu gimana kabar disana? lagi ngapain?
Pasti habis ngerjain tugas-tugas ya? hehe kamu nggak capek? aku aja yang denger capek, tiap hari makan tugas ya? ahh namanya juga sekolah. Nanti kalau udah lulus juga pasti kangen banget sama jaman-jaman sekolah. tapi aneh ya, waktu sekolah malah bosen banget sama sekolah, bawaanya pengen cepet keluar dari sekolah. tapi kalo dipikir-pikir lagi, gak mau cepet-cepet keluar, ke dunia yang kejam itu.
Ya anehny lagi, kenapa ya selama 2 tahun ini gak ada maksimal-maksimalnya sama sekali sekolah, kenapa gak pernah ngasi sesuatu yang "wahhhh!!! keren!!!" kenapa say?
Kok ya gini gini aja di sekolah? gak ada titik puncak maksimal? sekolah tinggal setahun lo, tapi belajar aja males banget, ngerjain soal aja males banget, baca buku aja males banget, ngapa-ngapain kok ya males.. mau jadi apa sih? males itu kalau udah sukses nanti, bodoh ya kalau malesnya sekarang! bodoh tauk, tugas dibiarin numpuk numpuk gak karuan, tugas dibiarin asal-asalan, belajar ulangan seadanya. gimana sih? maunya apa? nanti kalau gagal lagi siapa yang disalahin? Tuhan? kalo nangis siapa yang kena? semuanya, ujung-ujungnya emang cuma ada 1 lo "nangis" entah nangis seneng apa nangis sedih.
Itu sih tergantung sekarang, mau nangis sedih sekarang terus nangis seneng nantinya atau gimana ya terserah kamu say, atau mau ketawa ketawa ngeliatin tumpukan tugas sekarang terus nangis nangis nantinya ya juga pilihanmu.
Jangan suka ngentengin juga dong say, kamu udah sering banget ngomong "alah nanti aja" "aduhh besok aja deh" "aduh entaran dong" jangan ya say :) kamu udah masuk tahap new life, udah hidup baru, masak iya mikirnya tetep gitu aja? yang jelas kamu bukan anak SD atau SMP lagi, yang meskipun males tapi tetep aja juara kelas. udah enggak! kamu ya kamu sekarang, yang selagi kamu lengah lawan-lawan kamu dengan sifat serigala berbulu dombanya mereka siap menerjang kamu gitu aja.
Hidup cuma sekali say, kamu gak mau apa sukses di masa muda? gak mau apa punya keluarga yang seneng gara-gara kesuksesanmu? gak mau apa keliling dunia gara-gara kesuksesanmu? ayodong, kalo gini-gini aja kan ya percuma say.
Bosan ya? iya sih, aku tau emang bosen... tapi gimana lagi ya, kita udah gede lo say, kita udah mau masuk tahap dewasa, kalo aja masih kalah sama rasa bosen yaa.. ahh bakal hancur ditangan diri sendiri.

Minggu, 01 September 2013

1 September, Entahlah.. mungkin ini yang terakhir :]

Saat kau telah ditinggalkan oleh sesuatu, hanya ada dua pilihan yang bisa kau lakukan. Bertahan walau sakit atau melakukan tindakan yang sama “meninggalkannya”!
Tak ada pilihan selain meninggalkannya, saat semua telah meninggalkannya, hanya tinggal diriku yang belum. Akan kemana hidup, masa depan dan cita-citamu jika kau masih terdiam pada titik yang takkan bisa kembali lagi? Masih terpuruk? Tak ada kata “andai” dalam hidup. Tak ada lorong waktu yang dapat mengantarku kembali ke masa itu.
Sayang, tinggal dirimu yang belum juga berpindah darinya
Banyak cerita yang mestinya kau saksikan, banyak kisah yang mestinya kau ukir kembali. Ini untuk terakhir kalinya sayang J terakhir kalinya kau memosting apa yang seharusnya tak perlu.
Kau diabaikan, kau dilukapan, kau terpuruk ! dia pun tak peduli
Kini hanya kau sendiri yang terpaku menatap langit, masih terus mengandai-andai… saat kau berjanji pada Tuhan “Tuhan berikanku kesempatanMu, hanya untuk kali ini” namun Tuhan hanya membalas keinginanmu dengan semilir angin lembut di lapisan atas troposfer, menerbangkan awan-awan cirus yang mulai terkoyak, mungkin Tuhan mulai bosan dengan semua tingkah lakumu, sayang.
Sudah saatnya engkau berhenti memandangi awan-awan yang ada di atas kepala, sudah saatnya engkau berhenti menikmati hembusan angin yang selalu kau fikirkan “ini angin apa, berasal dari mana.. Oh Australia sedang mengalami tekanan tinggi… atau apalah, yang tak bisa kau ucapkan lagi”. Sudah saatnya kau berhenti memandangi batu-batu yang kau pijak dan memendam pertanyaan dalam hatimu “Batu apa ini, termasuk golongan kristalkah? Mineralkah? Berasal dari mana..” sudah sayang.. sudah.. Alam sudah enggan bersahabat denganmu, alam sudah muak dengan kelakuanmu yang pura-pura peka terhadapnya, kepekaanmu kepadanya takkan membuahkan hasil. Alam takkan menerimamu. Telah ada 100 anak yang mendapat simpati dari alam ini. Engkau? Hanya anak amatiran yang masih terus berharap pada sebuah kesempatan yang telah lalu sayang.
Berhentilah berharap, berhentilah dengannya, Berhentilah mendekati alam-alam yang mungkin telah enggan bersahabat denganmu.
Kini kau punya tujuan lain, masihkan kau berharap tahun depan dapat bertemu dengannya? Bercumbu menghabiskan malam bersama dengannya lagi? Tidak sayang… kau harus berbelok, lari meninggalkan fatamorgana indah itu. Kau takkan pernah bisa bersama dengannya lagi. Ada misi lain yang perlu kau raih. Apa?? Sesuatu yang sudah umum. Sesuatu yang dimata orang begitu wah.. sesuatu yang tak pernah dipandang remeh oleh generasi “tedahulu”, sesuatu yang akan diterima dimasyarakat, sesuatu yang begitu dipuja-puja oleh siapapun!!! Iya, sesuatu yang sebenarnya tak pernah ada di hatimu.

Sayang.. berjanjilah padaku, kau akan meninggalkannya.
Sayang.. berjanjilah kau harus percaya pada sebuah harapan baru, Sayang bersyukurlah saat kau kehilangan, setidaknya Tuhan telah meminjamimu hal itu.
Kamu… aku sayang kamu. Entah bisakah kita bertemu kembali, atau tidak. Tapi di dalam hati ini, kenangan tentangmu takkan kulupakan. Walau tak dapat kugoreskan kenangan yang lebih berarti jauh di dalamnya. Ahh benua Australia itu. Hanya tinggal menunggu waktu~


       Sebuah pemikiran yang sepertinya harus dihentikan dan mulai dilupakan.