Sabtu, 11 Mei 2013

Sebuah kesalahan besar mungkin, semua bercabang. menjadi tiga!! sampai tiga cabang? Semua terbuka atau malah akan menutup seiring berjalannya waktu, pintu pertama.. pertama yang sejak awal 4 tahun yang lalu, pintu yang telah beberapa bulan lalu tertutup, lalu kenapa harus terdobrak dan menganga begitu saja? kenapa  harus disaat sebuah kunci pintu lain terciptakan? terbuka begitu lebar, tapi sayang.. sayang tak akan pernah bisa untuk dimasuki lagi... kenapa? pintu yang terlalu lama tertutup pasti kan penuh debu. mencoba mencari lagi kunci lain yang telah tercipta, kunci telah ditangan tapi bagaimana untuk memasukinya? pintu itu terlalu semu. antara ada dan tiada, sebuah pintu dalam kegelapan tak terlihat, diraba pun tak bisa. bagaimana kau memasukinya? tak seorang pun yang mengetahui pintu apa itu dan apa yang ada di dalamnya, tak seorang pun yang bisa ditanyai. perlahan, kucoba membuang kunci itu, berat? tentu.. sangat berat tapi apa daya? tak bisa mengelak lagi "KAU HARUS MEMBUANG KUNCI ITU" atau menyimpannya? oh tidak, jangan lagi.. jangan lagi menaruh harap pada sesuatu yang tak seorang pun mengetahui apa itu.
dan kini pintu yang terakhir? aku tak yakin, pada pintu itu, apakah dia bersedia membiarkanku memegang ganggang pintu dan memasukinya? entahlah, bisakah pintu itu dimasuki? siapa mengerti apa yang ada didalamnya, entah sesuatu mafik atau sesuati felsik? sesuatu yang ada karena ada masa lalu, atau memang ingin memangang pada masa depan? tangan ini telah menyentuh ganggang pintu itu, tapi hati tak ingin membukanya, tak ingin memasuki alam yang belum perna dirasakan sebelumnya. apa itu jebakan? atau memang itu yang dicari? siapa mengerti, semua rahasia Tuhan sang pengatur dan pencipta.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar