Minggu, 07 April 2013

Lagi...



Semua telah jelas, terlihat.. sangat jelas di pelupuk mata.

Sudah kesekian puluh kalinya, semua kembali terulang, kembali seperti sebelum-sebelumnya.
Butuh tangan Tuhan untuk mengubah ini, tapi Tuhan takkan memberikan tangannya sebelum kau mencoba meraihnya, melompat, sangat tinggi, berlari melompat, berlari, melompat hingga kau jatuh tersungkur. mencoba bangkit dan kembali jatuh, dalam keputusasaan akan selalu terucap "percuma ku berlari, percuma pula ku melompat". tapi tentu saja itu tak benar, semakin sering kau jatuh dari lompatanmu, semakin terlatih pula ketinggian lompatanmu.
Terkadang, dalam keputusasaan, semua menjadi gelap. gelap tak terdapat lentikan cahaya di manapun.
Hanya hampa yang kan kau rasakan, tapi sayang.. dalam gelap-pun kau harus meraba, tidak hanya diam dan pasrah dalam usaha mencari seberkas sinar.
Meski belum final, meski palu hakim belum terketok, tapi semua telah terlihat, Sangat Jelas. kau kan menjadi terdakwa dalam permainan sangkar emas ini.
Bukannya psimis, tapi realistis. semua tergambar jelas dalam alur kehidupan.
Lalu? jikalau palu terketuk, apa yang bisa kau perbuat? hanya ikhlas. relakan semua harapa, cita, impian dan asa ikut hancur dalam ketokan palu kehakiman Tuhan.
Karena kau tak dapat memutar waktu, semua berjalan.. berbanding lurus, dengan percepatan yang sama. tapi untukkmu? semua hanya menjadi mimpi gelap, tanpa cahaya bahkan keremangan sekalipun.
Tak ada lagi harapan, menuai bibit pengorbanan.
Harus kuakui, dalam keputusasaan semua akan gelap. tanpa arah tanpa tujuan. bahkan hanya untuk kembali bermimpi.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar