Minggu, 21 April 2013

Kamu, terlalu tegar. dan aku haru akan hal itu :'(

Kamu...
iya.. pernah aku membayangkan aku berada di posisimu saat ini, dan aku tak kuat, benar-benar tak kuat. tapi ternyata Tuhan berkata lain, Dia yang menempatkanmu diposisi itu, bukan aku. dan itu yang membuatku tidak terlalu senang dengan hasil yang ada, karna kau tak bersama kita lagi, berjuang bersama kita lagi. semua berubah, tak terkecuali harapan kita. harapan yang sudah kita bangun dari awal.
meski aku tahu, dibalik itu semua kesedihan mendalam yang kau hadapi, tapi kau tetap tersenyum pada kami, terus memberikan kami semangat, hingga akhirnya aku yang tak kuat menyaksikan dan merasakan ini semua, mungkin aku terlalu lemah untuk menghadapi kesedihan itu, meski hal itu tak menimpaku, tapi aku dan dia, tak rela kau yang mendapatkannya, sangat tidak. siapa nomor dua itu? dia yang telah menghancurkan harapan kita! siapa dia? siapa sosok tak dikenal itu? siapa.. hingga kini, detik ini semua masih bertanya-tanya, siapa dia? berani sekali dia melangkahi dan merusak perjanjian dan harapan kita, siapa dia? amarah menggebu-gebu, tapi ternyata engkau menghapus air mata ini, kau.. iya dirimu!! berkata, "sudahlah, abaikan ini semua, Tuhan punya takdir lain, aku tak ingin melihatmu bersedih hanya dengan keadaanku, diamlah, tenang, aku akan tetap ada di pada janji dan harapan kita, semangatlah, janjilah padaku bahwa kau dapat memenuhi janji kita. aku sudah mengikhlaskan semuanya, hanya pada kalian harapanku, hanya kalian, tenang... disini, aku juga ikut berjuang, walau aku tak turun kesana, aku tetap berdoa, mendoakanmu.. kalian semua, dan si nomor dua itu. percayalah ini yang terbaik" intinya seperti itu.
Andai waktu dapat kembali, andai semua dapat diperbaiki...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar