Minggu, 16 Desember 2012

Galau SNMPTN? certainly

"Hubungan yang belum tentu ngaruh kemasa depan aja kalo ditarik ulur nyesek apalagi ini masuk universitas yang jelas-jalan masa depan malah ditarik ulur"

Tahun 2013 sepertinya menjadi tahun bencana bagi sekolah-sekolah jujur di Indonesia, bagaimana tidak. keputusan menteri telah menetapkan bahwa seleksi masuk perguruan tinggi telah dihapuskan, dan digantikan dengan seleksi masuk melalui nilai rapor !! helloo pak.. apakah pendidikan Indonesia sudah merata? apakah semua sekolah sudah memiliki standart nilai dan kualitas yang sama? Tidak adil bukan,, kenyataanyya banyak SMA biasa-biasa saja yang muridnya memiliki nilai begitu tinggi, tentu saja hal itu bisa didapat kalau standart nilai minimumnya tinggi. 

Kalau SNMPTN undangan yang hanya mengandalkan nilai rapor sekolah, ada kecenderungan muncul ketidakadilan karena standar nilai antarsekolah tidak sama. Bahkan, untuk sekolah dalam satu wilayah.
Tentu saja Sistem semacam ini memberi peluang sekolah ’bermain’ dengan nilai rapor. Apakah nilai yang sama bisa disetarakan antara sekolah yang berprestasi dibandingkan yang tidak? Tentunya ini tidak adil, belum lagi peninjauan nilai UN. aduh kita kan tau, kecurangan-kecurangan nilai UN di negara ini. apa itu bisa dijadikan tolak ukur kelayakan masuk universitas?
Tes tulis dalam SNMPTN itu sifatnya prediktif dan memiliki standar karena soal yang diujikan sama untuk semua PTN
Bagaimana dengan UM (Ujian Mandiri) tentu lebih susah, kuota yang ada digeser oleh Undangan.. gak adil kan? undangan sampai memakan 60% kursi. lah sisanya? UM dan bidik misi. sekarang kita tinggal berharap kebijakan dari pihak universitas. apa mereka mau input yang masuk berasal dari kalangan tidak jujur? ya kan gak mau.. berharap saja ada kebijakan ada dari universitas yang kita inginkan, agar kita berani bersaing dengan benar :)



Tidak ada komentar:

Posting Komentar