Senin, 10 Oktober 2011

karena CInta dan Benci datang dari tempat yang Sama

Yeah.. sebuah cerita lama tentang benci jadi cinta...!!
entah apa yang ingin aku katakan tentang ini. tapi qw harap aku gak ngalamin hal ini. yea.. beneran.
qw harap banget semua sejalan dengan apa yang aku kehendaki. yang namanya musuh bebuyutanqw #### ya musuhku...!!!
gak bakal berbuah !!!!!!! UDAH ABADIIIIIIIIIII KOOOOOOOKKKKK...
dan selain itu qw juga berharap gak ada yang namanya cinta jadi benci di kamus hidup'qw yaa.. itu harapanku kalo harapanmu ?

Batas cinta dan benci konon setipis kulit bawang. Kepada orang yang (pernah) kita cinta setengah mati, suatu saat kita bisa benci ¾ mati. (Bunga 25%, jauh di atas BI rate). Iya, sumbernya memang sama: hati.
Ketika kini aku membencimu, itu karena aku mencintaimu sampai pada titik di mana hatiku hancur menyerpih karenanya.
 to ; *-*-*-*-*-*

Jika sungguh tak bisa pindah ke lain hati, tetaplah mencintainya, karena sebenarnya, tak siapapun yang bisa menolak persembahan cinta. Bukankah mencintai adalah hak setiap orang? Tetapi tentu saja, mencintalah dari jauh, melayarkan rindu yang tak pernah kunjung berlabuh. Sayangi dirinya tanpa membuatnya merasa terganggu. Panjatkan do’a untuknya, walau dia tak pernah tau, memohonkan bahagia untuknya, walau kebahagiaan itu dibaginya bukan denganmu.
Menyedihkan? Mungkin iya, mungkin juga tidak. Yang jelas, itu tidak sekonyol cinta yang bermutasi jadi benci tadi. Lagian, Tuhan konon menyimpan sebuah janji rahasia di langit sana: bahwa tak ada balasan bagi cinta sejati, kecuali cinta sejati pula.

Siapa tau, ini cuma persoalan waktu…






Who's know ? if every hate there was love...
so guys be carefful if you hate some one. and keep your love.
i think you know if love can become hate too... :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar